PURWOREJO
MUHAMMADIYAH UNIVERSITY
ENGLISH EDUCATION
DEPARTMENT
=================================================================
ENGLISH-INDONESIAN
TRANSLATION
MID-TERM TEST
-----------------------------------------------------------------------
This is an
open-booked test
A. You are supposed to have read the first chapter of
John Steinbeck’s Of Mice and Man.
Read the following sentences, and then choose one of the most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C),
or (D), by putting a cross.
1. "Yeah. I had 'im ever since he was a pup. God,
he was a good sheep dog when he was younger." He stood his broom against
the wall and he rubbed his white bristled cheek with his knuckles.
|
(A) “Ya. Aku memeliharanya sejak
ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing gembala yang baik saat
masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan mengusap berewok putih
kakunya dengan kepalan tangannya.
|
(C) “Ya. Aku
memeliharanya sejak ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing
gembala yang baik saat masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan
mengusap berewok putih lembutnya dengan kepalan tangannya.
|
|
(B) “Ya. Aku memeliharanya sejak
ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing gembala yang baik saat
masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan menutupi berewok putih
kakunya dengan kepalan tangannya.
|
(D) “Ya. Aku memeliharanya sejak
ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing gembala yang baik saat
masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan menutupi berewok putih
lembutnya dengan kepalan tangannya.
|
2. He said ominously, "Well, he better watch out
for Lennie. Lennie ain't no fighter, but Lennie's strong and quick and Lennie
don't know no rules."
|
(A) Ia berkata setengah
mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie seorang petarung,
tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tahu aturan-aturan bertarung.”
|
(C) Ia berkata setengah
mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie seorang petarung,
tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tidak tahu aturan-aturan
bertarung.”
|
|
(B) Ia berkata setengah
mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie bukan seorang
petarung, tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tahu aturan-aturan
bertarung.”
|
(D) Ia berkata setengah
mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie bukan seorang
petarung, tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tidak tahu
aturan-aturan bertarung.”
|
3. George cut the cards again and put out a solitaire
lay, slowly and deliberately. "Purty?" he asked casually.
|
(A) George membagi tumpukan kartu
lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, cepat-cepat dan hati-hati.
“Manis?” tanyanya.
|
(C) George membagi
tumpukan kartu lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, perlahan dan
hati-hati. “Manis?” tanyanya.
|
|
(B) George memotong tumpukan
kartu lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, cepat-cepat dan
hati-hati. “Manis?” tanyanya.
|
(D) George memotong tumpukan
kartu lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, perlahan dan hati-hati.
“Manis?” tanyanya.
|
4. Lennie still stared at the doorway where she had
been. "Gosh, she was purty." He smiled admiringly.
|
(A) Lennie masih
menatap pintu, tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu
tersenyum penuh kekaguman.
|
(C) Lennie masih menatap jendela,
tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu tersenyum penuh kekaguman.
|
|
(B) Lennie masih menatap pintu,
tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu tersenyum penuh keraguan.
|
(D) Lennie masih menatap jendela,
tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu tersenyum penuh keraguan.
|
5. He leaned over the table and snapped the corner of
a loose card. "You guys travel around together?" His tone was
friendly.
|
(A) Ia mencondongkan tubuhnya ke
meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang ke sini
sendiri-sendiri?” Nadanya murung.
|
(C) Ia mencondongkan tubuhnya ke
meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang ke sini
bersama-sama?” Nadanya murung.
|
|
(B) Ia mencondongkan tubuhnya ke
meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang ke sini
sendiri-sendiri?” Nadanya ramah.
|
(D) Ia mencondongkan
tubuhnya ke meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang
ke sini bersama-sama?” Nadanya ramah.
|
B. You are supposed to have read George Orwell’s Why I Write. Read the following
sentences, and then choose one of the
most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a
cross.
|
6. Apart from school work, I wrote vers d'occasion, semi-comic
poems which I could turn out at what now seems to me astonishing speed — at
fourteen I wrote a whole rhyming play, in imitation of Aristophanes, in about
a week — and helped to edit a school magazines, both printed and in
manuscript.
|
|
|
(A)
Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers d’occasion,
sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri sekarang—pada umur
empat belas tahun saya menulis sebuah cerpen lengkap bersajak, meniru-niru
Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan membantu menyunting majalah
sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.
|
(C)
Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers d’occasion,
sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri sekarang—pada umur
empat belas tahun saya menulis sebuah cerpen lengkap bersajak, meniru-niru
Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan memimpin menyunting majalah
sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.
|
|
(B)
Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers d’occasion,
sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri sekarang—pada umur
empat belas tahun saya menulis sebuah sandiwara lengkap bersajak, meniru-niru
Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan memimpin menyunting majalah
sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.
|
(D) Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers
d’occasion, sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri
sekarang—pada umur empat belas tahun saya menulis sebuah sandiwara lengkap
bersajak, meniru-niru Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan membantu
menyunting majalah sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.
|
|
7. These magazines were the most pitiful burlesque stuff that you
could imagine, and I took far less trouble with them than I now would with
the cheapest journalism.
|
|
|
(A)
Majalah ini bahan tertawaan yang paling mengibakan hati yang dapat
dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya
dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar comberan termurah
sekarang.
|
(C)
Majalah ini bahan tertawaan yang paling mengibakan hati yang dapat
dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya
dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar bermutu termurah
sekarang.
|
|
(B)
Majalah ini bahan perdebatan yang paling mengibakan hati yang dapat
dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya
dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar comberan termurah
sekarang.
|
(D)
Majalah ini bahan perdebatan yang paling mengibakan hati yang dapat
dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya
dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar bermutu termurah
sekarang.
|
|
8. But side by side with all this, for fifteen years or more, I was
carrying out a literary exercise of a quite different kind: this was the
making up of a continuous ‘story’ about myself, a sort of diary existing only
in the mind.
|
|
|
(A)
Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk
dengan kegiatan sastra yang coraknya sama: saya mengarang “kisah” bersambung
mengenai diri saya sendiri, semacam
buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.
|
(C)
Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk
dengan kegiatan sastra yang coraknya sama: saya mengarang “kisah” bersambung
mengenai ibu saya sendiri, semacam
buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.
|
|
(B)
Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk
dengan kegiatan sastra yang coraknya sangat lain: saya mengarang “kisah”
bersambung mengenai diri saya sendiri,
semacam buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.
|
(D)
Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk
dengan kegiatan sastra yang coraknya sangat lain: saya mengarang “kisah”
bersambung mengenai ibu saya sendiri,
semacam buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.
|
|
9. I believe this is a common habit of children and adolescents.
|
|
|
(A)
Saya kira ini kegiatan yang umum ditemui pada anak-anak dan remaja.
|
(C)
Saya kira ini kebiasaan yang umum ditemui pada anak-anak dan remaja.
|
|
(B)
Saya kira ini kegiatan yang khusus ditemui pada anak-anak dan remaja.
|
(D)
Saya kira ini kebiasaan yang khusus ditemui pada anak-anak dan remaja.
|
|
10. As a very small child I used to imagine that I was, say, Robin
Hood, and picture myself as the hero of thrilling adventures, but quite soon
my ‘story’ ceased to be narcissistic in a crude way and became more and more
a mere description of what I was doing and the things I saw.
|
|
|
(A)
Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan
diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi
tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat menyalahkan diri dan
makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya pikirkan dan hal-hal
yang saya saksikan semata-mata.
|
(C)
Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan
diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi
tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat menyalahkan diri dan
makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya kerjakan dan hal-hal
yang saya saksikan semata-mata.
|
|
(B)
Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan
diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi
tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat memuja-muja diri dan
makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya pikirkan dan hal-hal
yang saya saksikan semata-mata.
|
(D)
Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan
diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi
tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat memuja-muja diri dan
makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya kerjakan dan hal-hal
yang saya saksikan semata-mata.
|
C. Read the passage carefully, and
then choose one the most acceptable translation, (A), (B), (C), or (D) by
putting a cross.
|
.......................................................................................................................................................
Correlation is, then, that area
of statistics which is concerned with the study of systematic relationships
between two (or more) variables, and attempts to answer questions such as: Do
high values of variable X tend to go together with high value of variable Y?
Or do high value of X go with low values of Y? Or is there some more complex
relationship between X and Y, or perhaps no relationship at all? In this
chapter we shall look briefly at some of the techniques used to answer such
questions. We shall deal only with relationships between two variables:
details of multiple correlation methods can be found in more advanced
statistics textbooks.
......................................................................................................................................................
|
|
|
Statistics
in Linguistics, Christopher Butler, Basil Blacwell, 1985>>>
Statistika dalam Linguistik, Suryanto, Penerbit ITB, 1995
|
|
|
11. Correlation is, then, that
area of statistics which is concerned with the study of systematic
relationships between two (or more) variables, and attempts to answer
questions such as:
|
|
|
(A) Jadi, korelasi adalah bagian
statistika yang mengenai pengkajian tentang hubungan yang bersistem antara
dua (atau kurang) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan
seperti:
|
(C) Jadi, korelasi adalah bagian
statistika yang mengenai pengkajian tentang pembagian yang bersistem antara
dua (atau lebih) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan seperti:
|
|
(B) Jadi, korelasi adalah bagian
statistika yang mengenai pengkajian tentang pembagian yang bersistem antara
dua (atau kurang) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan
seperti:
|
(D) Jadi, korelasi adalah bagian
statistika yang mengenai pengkajian tentang hubungan yang bersistem antara
dua (atau lebih) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan seperti:
|
|
12. Do high values of variable X
tend to go together with high value of variable Y?
|
|
|
(A) Apakah nilai yang tinggi pada
peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang rendah pada peubah Y?
|
(C) Apakah nilai yang tinggi pada
peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang tinggi pada peubah Y?
|
|
(B) Apakah nilai yang rendah pada
peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang tinggi pada peubah Y?
|
(D) Apakah nilai yang rendah pada
peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang rendah pada peubah Y?
|
|
13. Or do high value of X go with
low values of Y?
|
|
|
(A) Atau apakah nilai yang tinggi
pada X berlainan dengan nilai yang rendah pada Y?
|
(C) Atau apakah nilai yang tinggi
pada X berlainan dengan nilai yang tinggi pada Y?
|
|
(B) Atau apakah nilai yang tinggi
pada X bersamaan dengan nilai yang rendah pada Y?
|
(D) Atau apakah nilai yang tinggi
pada X bersamaan dengan nilai yang tinggi pada Y?
|
|
14. Or is there some more complex
relationship between X and Y, or perhaps no relationship at all?
|
|
|
(A) Atau adakah hubungan yang
lebih rumit antara X dan Y, atau mungkin tidak ada hubungan sama sekali?
|
(C) Atau adakah hubungan yang
lebih rumit antara X dan Y, atau pasti tidak ada hubungan sama sekali?
|
|
(B) Atau adakah hubungan yang
lebih sederhana antara X dan Y, atau mungkin tidak ada hubungan sama sekali?
|
(D) Atau adakah hubungan yang
lebih sederhana antara X dan Y, atau pasti tidak ada hubungan sama sekali?
|
|
15. In this chapter we shall look
briefly at some of the techniques used to answer such questions.
|
|
|
(A) Di dalam bab ini kita akan
melihat mendalam beberapa teknik yang disingkirkan untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan demikian.
|
(C) Di dalam bab ini kita akan
melihat sepintas beberapa teknik yang disingkirkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
demikian.
|
|
(B) Di dalam bab ini kita akan
melihat mendalam beberapa teknik yang digunakan untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan demikian.
|
(D) Di dalam bab ini kita akan
melihat sepintas beberapa teknik yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
demikian.
|
D. Dealing with transposition,
which one is more acceptable translation? Explain or give the reason of your
choice!
(SL) Some species are very large
indeed and the blue whale, which can exeed 30 m in length, is the largest
animal to have live on earth. Superficially, the whale looks rather like a
fish, but there are important differences in its external structure: its tail
consists of a pair of broad, flat, horizontal paddles (the tail of a fish is
vertical) and it has a single nostril on the top of its large, broad head.
(TL-1) Beberapa spesies sangatlah
besar dan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah
binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip
ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur
luarnya: ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar (ekor
ikan tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas kepalanya yang besar
dan lebar.
(TL-2) Beberapa spesies sangatlah
besar. Ikan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah
binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip
ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur
luarnya. Ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar
(sementara ekor ikan biasa tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas
kepalanya yang besar dan lebar.
--- good luck! ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar