Minggu, 08 Juli 2018

Mid-Term Test 3


PURWOREJO MUHAMMADIYAH UNIVERSITY
ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT
=================================================================
ENGLISH-INDONESIAN TRANSLATION
MID-TERM TEST
-----------------------------------------------------------------------
This is an open-booked test


A. You are supposed to have read the first chapter of John Steinbeck’s Of Mice and Man. Read the following sentences, and then choose one of the most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a cross.

1. "Yeah. I had 'im ever since he was a pup. God, he was a good sheep dog when he was younger." He stood his broom against the wall and he rubbed his white bristled cheek with his knuckles.
(A) “Ya. Aku memeliharanya sejak ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing gembala yang baik saat masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan mengusap berewok putih kakunya dengan kepalan tangannya.
(C) “Ya. Aku memeliharanya sejak ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing gembala yang baik saat masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan mengusap berewok putih lembutnya dengan kepalan tangannya.
(B) “Ya. Aku memeliharanya sejak ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing gembala yang baik saat masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan menutupi berewok putih kakunya dengan kepalan tangannya.
(D) “Ya. Aku memeliharanya sejak ia masih bayi. Tuhanku, ia benar-benar seekor anjing gembala yang baik saat masih muda.” Ia menyandarkan sapunya pada dinding dan menutupi berewok putih lembutnya dengan kepalan tangannya.

2. He said ominously, "Well, he better watch out for Lennie. Lennie ain't no fighter, but Lennie's strong and quick and Lennie don't know no rules."
(A) Ia berkata setengah mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie seorang petarung, tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tahu aturan-aturan bertarung.”
(C) Ia berkata setengah mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie seorang petarung, tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tidak tahu aturan-aturan bertarung.”
(B) Ia berkata setengah mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie bukan seorang petarung, tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tahu aturan-aturan bertarung.”
(D) Ia berkata setengah mengancam, “Sebaiknya ia tidak mengganggu Lennie. Lennie bukan seorang petarung, tetapi Lennie sangat kuat dan sigap, ia juga tidak tahu aturan-aturan bertarung.”

3. George cut the cards again and put out a solitaire lay, slowly and deliberately. "Purty?" he asked casually.
(A) George membagi tumpukan kartu lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, cepat-cepat dan hati-hati. “Manis?” tanyanya.
(C) George membagi tumpukan kartu lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, perlahan dan hati-hati. “Manis?” tanyanya.
(B) George memotong tumpukan kartu lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, cepat-cepat dan hati-hati. “Manis?” tanyanya.
(D) George memotong tumpukan kartu lagi dan mengaturnya untuk permainan soliter, perlahan dan hati-hati. “Manis?” tanyanya.

4. Lennie still stared at the doorway where she had been. "Gosh, she was purty." He smiled admiringly.
(A) Lennie masih menatap pintu, tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu tersenyum penuh kekaguman.
(C) Lennie masih menatap jendela, tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu tersenyum penuh kekaguman.
(B) Lennie masih menatap pintu, tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu tersenyum penuh keraguan.
(D) Lennie masih menatap jendela, tempat perempuan tadi berdiri. “Ya ampun, dia cantik.” Lalu tersenyum penuh keraguan.

5. He leaned over the table and snapped the corner of a loose card. "You guys travel around together?" His tone was friendly.
(A) Ia mencondongkan tubuhnya ke meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang ke sini sendiri-sendiri?” Nadanya murung.
(C) Ia mencondongkan tubuhnya ke meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang ke sini bersama-sama?” Nadanya murung.
(B) Ia mencondongkan tubuhnya ke meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang ke sini sendiri-sendiri?” Nadanya ramah.
(D) Ia mencondongkan tubuhnya ke meja lalu melipat ujung kartu yang lepas. “Kalian berdua datang ke sini bersama-sama?” Nadanya ramah.

B. You are supposed to have read George Orwell’s Why I Write. Read the following sentences, and then choose one of the most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a cross.

6. Apart from school work, I wrote vers d'occasion, semi-comic poems which I could turn out at what now seems to me astonishing speed — at fourteen I wrote a whole rhyming play, in imitation of Aristophanes, in about a week — and helped to edit a school magazines, both printed and in manuscript.
(A) Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers d’occasion, sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri sekarang—pada umur empat belas tahun saya menulis sebuah cerpen lengkap bersajak, meniru-niru Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan membantu menyunting majalah sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.
(C) Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers d’occasion, sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri sekarang—pada umur empat belas tahun saya menulis sebuah cerpen lengkap bersajak, meniru-niru Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan memimpin menyunting majalah sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.
(B) Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers d’occasion, sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri sekarang—pada umur empat belas tahun saya menulis sebuah sandiwara lengkap bersajak, meniru-niru Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan memimpin menyunting majalah sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.
(D) Disamping pekerjaan rumah dari sekolah, saya juga menulis vers d’occasion, sajak-sajak lucu; cepatnya ini mengherankan saya sendiri sekarang—pada umur empat belas tahun saya menulis sebuah sandiwara lengkap bersajak, meniru-niru Aristophanes, dalam sekitar satu pekan—dan membantu menyunting majalah sekolah, cetak cobanya maupun naskahnya.

7. These magazines were the most pitiful burlesque stuff that you could imagine, and I took far less trouble with them than I now would with the cheapest journalism.
(A) Majalah ini bahan tertawaan yang paling mengibakan hati yang dapat dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar comberan termurah sekarang.
(C) Majalah ini bahan tertawaan yang paling mengibakan hati yang dapat dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar bermutu termurah sekarang.
(B) Majalah ini bahan perdebatan yang paling mengibakan hati yang dapat dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar comberan termurah sekarang.
(D) Majalah ini bahan perdebatan yang paling mengibakan hati yang dapat dibayangkan orang, dan saya tidak bersedia lagi bersusah-susah dengannya dbandingkan dengan jika saya harus menulis untuk suratkabar bermutu termurah sekarang.

8. But side by side with all this, for fifteen years or more, I was carrying out a literary exercise of a quite different kind: this was the making up of a continuous ‘story’ about myself, a sort of diary existing only in the mind.
(A) Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk dengan kegiatan sastra yang coraknya sama: saya mengarang “kisah” bersambung mengenai diri saya sendiri,  semacam buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.
(C) Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk dengan kegiatan sastra yang coraknya sama: saya mengarang “kisah” bersambung mengenai ibu saya sendiri,  semacam buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.
(B) Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk dengan kegiatan sastra yang coraknya sangat lain: saya mengarang “kisah” bersambung mengenai diri saya sendiri,  semacam buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.
(D) Tetapi,seiring dengan ini, selama lima belas tahun atau lebih, saya sibuk dengan kegiatan sastra yang coraknya sangat lain: saya mengarang “kisah” bersambung mengenai ibu saya sendiri,  semacam buku harian, tetapi hanya dalam pikiran.

9. I believe this is a common habit of children and adolescents.
(A) Saya kira ini kegiatan yang umum ditemui pada anak-anak dan remaja.
(C) Saya kira ini kebiasaan yang umum ditemui pada anak-anak dan remaja.
(B) Saya kira ini kegiatan yang khusus ditemui pada anak-anak dan remaja.
(D) Saya kira ini kebiasaan yang khusus ditemui pada anak-anak dan remaja.

10. As a very small child I used to imagine that I was, say, Robin Hood, and picture myself as the hero of thrilling adventures, but quite soon my ‘story’ ceased to be narcissistic in a crude way and became more and more a mere description of what I was doing and the things I saw.
(A) Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat menyalahkan diri dan makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya pikirkan dan hal-hal yang saya saksikan semata-mata.
(C) Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat menyalahkan diri dan makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya kerjakan dan hal-hal yang saya saksikan semata-mata.
(B) Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat memuja-muja diri dan makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya pikirkan dan hal-hal yang saya saksikan semata-mata.
(D) Semasa kecil sering saya berkhayal, misalnya, Robin Hood, dan membayangkan diri saya pahlawan dengan berbagai petualangan yang menggetarkan hati. Tetapi tidak lama kemudian “kisah” ini tidak lagi bersifat memuja-muja diri dan makin banyak bersikap deskripsi apa yang sedang saya kerjakan dan hal-hal yang saya saksikan semata-mata.

C. Read the passage carefully, and then choose one the most acceptable translation, (A), (B), (C), or (D) by putting a cross.

.......................................................................................................................................................
Correlation is, then, that area of statistics which is concerned with the study of systematic relationships between two (or more) variables, and attempts to answer questions such as: Do high values of variable X tend to go together with high value of variable Y? Or do high value of X go with low values of Y? Or is there some more complex relationship between X and Y, or perhaps no relationship at all? In this chapter we shall look briefly at some of the techniques used to answer such questions. We shall deal only with relationships between two variables: details of multiple correlation methods can be found in more advanced statistics textbooks. 
......................................................................................................................................................
Statistics in Linguistics, Christopher Butler, Basil Blacwell, 1985>>> Statistika dalam Linguistik, Suryanto, Penerbit ITB, 1995
11. Correlation is, then, that area of statistics which is concerned with the study of systematic relationships between two (or more) variables, and attempts to answer questions such as:
(A) Jadi, korelasi adalah bagian statistika yang mengenai pengkajian tentang hubungan yang bersistem antara dua (atau kurang) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan seperti:
(C) Jadi, korelasi adalah bagian statistika yang mengenai pengkajian tentang pembagian yang bersistem antara dua (atau lebih) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan seperti:
(B) Jadi, korelasi adalah bagian statistika yang mengenai pengkajian tentang pembagian yang bersistem antara dua (atau kurang) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan seperti:
(D) Jadi, korelasi adalah bagian statistika yang mengenai pengkajian tentang hubungan yang bersistem antara dua (atau lebih) peubah, dan tentang usaha untuk menjawab pertanyaan seperti:

12. Do high values of variable X tend to go together with high value of variable Y?
(A) Apakah nilai yang tinggi pada peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang rendah pada peubah Y?
(C) Apakah nilai yang tinggi pada peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang tinggi pada peubah Y?
(B) Apakah nilai yang rendah pada peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang tinggi pada peubah Y?
(D) Apakah nilai yang rendah pada peubah X cenderung terjadi bersamaan dengan nilai yang rendah pada peubah Y?

13. Or do high value of X go with low values of Y?
(A) Atau apakah nilai yang tinggi pada X berlainan dengan nilai yang rendah pada Y?
(C) Atau apakah nilai yang tinggi pada X berlainan dengan nilai yang tinggi pada Y?
(B) Atau apakah nilai yang tinggi pada X bersamaan dengan nilai yang rendah pada Y?
(D) Atau apakah nilai yang tinggi pada X bersamaan dengan nilai yang tinggi pada Y?

14. Or is there some more complex relationship between X and Y, or perhaps no relationship at all?
(A) Atau adakah hubungan yang lebih rumit antara X dan Y, atau mungkin tidak ada hubungan sama sekali?
(C) Atau adakah hubungan yang lebih rumit antara X dan Y, atau pasti tidak ada hubungan sama sekali?
(B) Atau adakah hubungan yang lebih sederhana antara X dan Y, atau mungkin tidak ada hubungan sama sekali?
(D) Atau adakah hubungan yang lebih sederhana antara X dan Y, atau pasti tidak ada hubungan sama sekali?

15. In this chapter we shall look briefly at some of the techniques used to answer such questions.
(A) Di dalam bab ini kita akan melihat mendalam beberapa teknik yang disingkirkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan demikian.
(C) Di dalam bab ini kita akan melihat sepintas beberapa teknik yang disingkirkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan demikian.
(B) Di dalam bab ini kita akan melihat mendalam beberapa teknik yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan demikian.
(D) Di dalam bab ini kita akan melihat sepintas beberapa teknik yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan demikian.

D. Dealing with transposition, which one is more acceptable translation? Explain or give the reason of your choice!
(SL) Some species are very large indeed and the blue whale, which can exeed 30 m in length, is the largest animal to have live on earth. Superficially, the whale looks rather like a fish, but there are important differences in its external structure: its tail consists of a pair of broad, flat, horizontal paddles (the tail of a fish is vertical) and it has a single nostril on the top of its large, broad head.
(TL-1) Beberapa spesies sangatlah besar dan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur luarnya: ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar (ekor ikan tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas kepalanya yang besar dan lebar.
(TL-2) Beberapa spesies sangatlah besar. Ikan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur luarnya. Ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar (sementara ekor ikan biasa tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas kepalanya yang besar dan lebar.

--- good luck! ---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Modern English

Handout of Modern English Adjective Clause