PURWOREJO
MUHAMMADIYAH UNIVERSITY
ENGLISH EDUCATION
DEPARTMENT
=================================================================
ENGLISH-INDONESIAN
TRANSLATION
MID-TERM TEST
------------------------------------------------------------
This is an open-booked
exam
A. You are supposed to have read the first chapter of
John Steinbeck’s Of Mice and Man.
Read the following sentences, and then focus on the underlined phrases in order
that you can choose one of the most
acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a cross.
1. Lennie hesitated, backed away, looked wildly at the
brush line as though he contemplated
running for his freedom.
|
(A)
seperti ia bersemedi untuk melarikan diri
|
(C)
seolah ia berniat untuk melarikan diri
|
|
(B)
seolah ia bersemedi untuk melarikan diri
|
(D)
seperti ia berniat untuk melarikan diri
|
2. George said coldly, “You gonna give me that mouse
or do I have to sock you?”
|
(A)
aku harus memukul mu
|
(C) aku pasti
memukul mu
|
|
(B) aku pasti
memberi mu kaos kaki
|
(D) aku harus
memberimu kaos kaki
|
3. George’s hand remained
outstretched imperiously.
|
(A) belum
terulur anggun
|
(C) masih
terulur anggun
|
|
(B) masih
terulur kaku
|
(D) belum
terulur kaku
|
4. Slowly, like
a terrier who doesn’t want to bring a ball to its master, Lennie
approached, drew back, approached again.
|
(A)
seperti seorang pemburu yang tidak mau membawakan sebuah bola
|
(C)
seperti seorang pemburu yang tidak mau merebut sebuah bola
|
|
(B)
seperti seekor anjing pemburu yang tidak mau merebut sebuah bola
|
(D)
seperti seekor anjing pemburu yang tidak mau membawakan sebuah bola
|
5. George snapped his fingers sharply, and at the sound Lennie laid the mouse
in his hand.
|
(A) lalu menjelang
ketika bunyi terdengar
|
(C) lalu tepat
ketika bunyi terdengar
|
|
(B) lalu tepat
ketika bunyi tersebar
|
(D) lalu menjelang
ketika bunyi tersebar
|
B. You are supposed to have read the first chapter of
John Steinbeck’s Of Mice and Man.
Read the following sentences, and then choose one of the most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C),
or (D), by putting a cross.
6. From the darkness Lennie called, “George—you
asleep?”
|
(A) Dari
kegelapan Lennie memanggil, “George … kau sudah mengantuk?”
|
(C) Dari
kegelapan Lennie memanggil, “George … kau belum tidur?”
|
|
(B)
Dari kegelapan Lennie memanggil, “George … kau sudah tidur?”
|
(D) Dari
kegelapan Lennie memanggil, “George … kau belum mengantuk?”
|
7. George turned the bean cans so that another side
faced the fire.
|
(A)
George membalik kaleng-kaleng buncis sehingga sisi lain kaleng-kaleng tersebut
mendekati ke api.
|
(C)
George membalik kaleng-kaleng kacang sehingga sisi lain kaleng-kaleng tersebut
menghadap ke api.
|
|
(B)
George membalik kaleng-kaleng kacang sehingga sisi lain kaleng-kaleng tersebut
mendekati ke api.
|
(D)
George membalik kaleng-kaleng buncis sehingga sisi lain kaleng-kaleng tersebut
menghadap keapi.
|
8. He pretended to be unaware of Lennie so close
beside him.
|
(A) Ia berpura-pura
tahu ada Lennie yang begitu dekat di sampingnya.
|
(C) Ia berpura-pura
tidak tahu ada Lennie yang tidak begitu dekat di sampingnya.
|
|
(B)
Ia berpura-pura tidak tahu ada Lennie yang begitu dekat di sampingnya.
|
(D) Ia berpura-pura
tahu ada Lennie yang tidak begitu dekat di sampingnya.
|
9. Lennie avoided the bait.
|
(A)
Lennie tak menghiraukan rayuan George.
|
(C)
Lennie tak menghiraukan rengekan George.
|
|
(B)
Lennie menghiraukan rayuan George.
|
(D)
Lennie menghiraukan rengekan George.
|
10. He had sensed his advantage.
|
(A) Ia mulai
memikirkan kemenangannya.
|
(C)
Ia mulai merasakan kemenangannya.
|
|
(B) Ia mulai
merasakan kekalahannya.
|
(D) Ia mulai
memikirkan kekalahannya.
|
C. You are supposed to have read George Orwell’s Why I Write. Read the following
sentences, and then choose one of the
most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a
cross.
|
11. I knew that I
had a facility with words and a power of facing unpleasant facts, and I felt
that this created a sort of private world in which I could get my own back
for my failure in everyday life.
|
|
|
(A)Saya tahu bahwasaya lemah bermain dengan
kata-kata dan kuat menghadapi kenyataan pahit, dan saya merasa ini menciptakan
suatu dunia pribadi untuk saya sendiri tempat saya menebus kegagalan saya dalam
kehidupan sehari-hari,
|
(C) Saya tahu bahwa saya mahir
bermain dengan kata-kata dan kuat menghadapi kenyataan pahit, dan saya merasa
ini menciptakan suatu dunia pribadi untuk saya sendiri tempat saya menebus kegagalan
saya dalam kehidupan sehari-hari,
|
|
(B)Saya tahu bahwa saya lemah bermain dengan
kata-kata dan kuat menghadapi kenyataan pahit, dan saya merassa ini menciptakan
suatu dunia pribadi untuk saya sendiri tempat saya menangisi kegagalan saya dalam
kehidupan sehari-hari,
|
(D) Saya tahu bahwa saya mahir bermain dengan
kata-kata dan kuat menghadapi kenyataan pahit, dan saya merassa ini menciptakan
suatu dunia pribadi untuk saya sendiri tempat saya menangisi kegagalan saya dalam
kehidupan sehari-hari,
|
|
12. Nevertheless the
volume of serious — i.e. seriously intended — writing which I produced all
through my childhood and boyhood would not amount to half a dozen pages.
|
|
|
(A) Namun, berjilid-jilid tulisanya itu
–- sungguh-sungguh diniatkan –- yang belum saya hasilkan selama masa kecil dan
masa remaja saya akan cukup mengisi setengah lusin halaman.
|
(C) Namun, berjilid-jilid tulisanya itu
–- sungguh-sungguh diniatkan –- yang belum saya hasilkan selama masa kecil dan
masa remaja saya tidak akan cukup mengisi setengah lusin halaman.
|
|
(B) Namun, berjilid-jilid tulisanya itu
–- sungguh-sungguh diniatkan –- yang saya hasilkan selama masa kecildan masa
remaja saya akan cukup mengisi setengah lusin halaman.
|
(D) Namun, berjilid-jilid tulisanya
itu –- sungguh-sungguh diniatkan –- yang saya hasilkan selama masa kecil dan masa
remaja saya tidak akan cukup mengisi setengah lusin halaman.
|
|
13. I wrote my first
poem at the age of four or five, my mother taking it down to dictation.
|
|
|
(A) Syair saya yang pertama ketika saya berumur
empat atau lima tahun, ibu saya menjelaskan apa yang saya ucapkan.
|
(C)Cerita saya yang pertama ketika saya berumur
empa tatau lima tahun, ibu saya menjelaskan apa yang saya ucapkan.
|
|
(B) Syair saya yang pertama ketika
saya berumur empat atau lima tahun, ibu saya menuliskan apa yang saya ucapkan.
|
(D)Cerita saya yang pertama ketika saya berumur
empat atau lima tahun, ibu saya menuliskan
apa yang saya ucapkan.
|
|
14. I cannot
remember anything about it except that it was about a tiger and the tiger had
‘chair-like teeth’ — a good enough phrase, but I fancy the poem was a
plagiarism of Blake's ‘Tiger, Tiger’.
|
|
|
(A) Saya tidak ingat lagi apa-apa mengenai
syair itu, kecuali disitu ada kata-kata seekor harimau dan harimau ini
“bergigi seperti kursi” –- ungkapan yang sangat bagus, tetapi saya kira syair
itu adaptasi syair Blake “Harimau, Harimau.”
|
(C) Saya tidak ingat lagi apa-apa mengenai
syair itu, kecuali disitu ada kata-kata seekor harimau dan harimau ini
“bergigi seperti kursi” –- ungkapan yang sangat bagus, tetapi saya kira syair
itu jiplakan syair Blake “Harimau, Harimau.”
|
|
(B) Saya tidak ingat lagi apa-apa mengenai
syair itu, kecuali disitu ada kata-kata seekor harimau dan harimau ini
“bergigisepertikursi” –- ungkapan yang cukup bagus, tetapi saya kira syair itu
adaptasi syair Blake “Harimau, Harimau.”
|
(D) Saya tidak ingat lagi apa-apa
mengenai syair itu, kecuali disitu ada kata-kata seekor harimau dan harimau ini
“bergigi seperti kursi” –- ungkapan yang cukup bagus, tetapi saya kira syair itu
jiplakan syair Blake “Harimau, Harimau.”
|
|
15. At eleven, when
the war or 1914-18 broke out, I wrote a patriotic poem which was printed in
the local newspaper, as was another, two years later, on the death of
Kitchener.
|
|
|
(A) Padaumursebelastahun, ketikaperang
1914-1918 pecah, sayahasilkansebuahsyairperjuangan, yang
dimuatdalammajalahseempat, danduatahunkemudiansebuahsyairlagi, waktu
Kitchener meninggal.
|
(C) Padaumursebelastahun,
ketikaperang 1914-1918 pecah, sayahasilkansebuahsyairperjuangan, yang
dimuatdalamsuratkabarseempat, danduatahunkemudiansebuahsyairlagi, waktu
Kitchener meninggal.
|
|
(B) Padaumursebelastahun, ketikaperang
1914-1918 berakhir, sayahasilkansebuahsyairperjuangan, yang
dimuatdalammajalahseempat, danduatahunkemudiansebuahsyairlagi, waktu
Kitchener meninggal.
|
(D) Padaumursebelastahun, ketikaperang
1914-1918 berakhir, sayahasilkansebuahsyairperjuangan, yang
dimuatdalamsuratkabarseempat, danduatahunkemudiansebuahsyairlagi, waktu
Kitchener meninggal.
|
D. Dealing with transposition,
which one is more acceptable translation? Explain or give the reason of your
choice!
(SL) Some species are very large
indeed and the blue whale, which can exeed 30 m in length, is the largest
animal to have live on earth. Superficially, the whale looks rather like a
fish, but there are important differences in its external structure: its tail
consists of a pair of broad, flat, horizontal paddles (the tail of a fish is
vertical) and it has a single nostril on the top of its large, broad head.
(TL-1) Beberapa spesies sangatlah
besar dan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah
binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip
ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur
luarnya: ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar (ekor
ikan tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas kepalanya yang besar
dan lebar.
(TL-2) Beberapa spesies sangatlah
besar. Ikan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah
binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip
ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur
luarnya. Ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar
(sementara ekor ikan biasa tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas
kepalanya yang besar dan lebar.
--- good luck! ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar