PURWOREJO
MUHAMMADIYAH UNIVERSITY
ENGLISH EDUCATION
DEPARTMENT
=================================================================
ENGLISH-INDONESIAN
TRANSLATION
MID-TERM TEST
-----------------------------------------------------------------------------
This is an
open-booked Exam
A. You are supposed to have read the first chapter of
John Steinbeck’s Of Mice and Man.
Read the following sentences, and then focus on the underlined phrases in order
that you can choose one of the most
acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a cross.
1. Lennie lumbered
to his feet and disappeared in the brush.
|
(A)
dengan berat duduk
|
(C)
dengan ringan duduk
|
|
(B)
dengan ringan berdiri
|
(D)
dengan berat berdiri
|
2. George lay where he was and whistled softly to himself.
|
(A)
bersiul-siul keras sendirian
|
(C)
bersiul-siul lembut kepada dirinya
|
|
(B)
bersiul-siul lembut sendirian
|
(D)
bersiul-siul keras kepada dirinya
|
3. There were sounds
of splashings down the river in the direction Lennie had taken.
|
(A) irama
deburan dari sungai
|
(C) suara
deburan dari sungai
|
|
(B) suara
deburan bawah sungai
|
(D)
irama deburan bawah sungai
|
4. George stopped
whistling and listened.
|
(A)
dihentikan siulannya
|
(C)
dihentikan bersiul-siul
|
|
(B)
menghentikan bersiul-siul
|
(D)
menghentikan siulannya
|
5. “Poor
bastard,” he said softly, and then went on whistling again.
|
(A) “Anak
jadah yang malang,”
|
(C) “Anak
jadah yang miskin,”
|
|
(B)
“Kakek jadah yang malang,”
|
(D)
“Kakek jadah yang miskin,”
|
B. You are supposed to have read the first chapter of
John Steinbeck’s Of Mice and Man.
Read the following sentences, and then choose one of the most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C),
or (D), by putting a cross.
6. The flame of the sunset lifted from the
mountaintops and dusk came into the valley, and a half darkness came in among
the willows and the sycamores.
|
(A)
Kobaran matahari terbenam terpancar dari puncak gunung lalu kabut mulai
menuruni lembah, disusul remang-remang di antara pepohonan willow dan sikamor.
|
(C) Kobaran
matahari terbenam terpancar dari puncak gunung lalu kabut mulai menuruni
lembah, disusul kepekatan di antara pepohonan willow dan sikamor.
|
|
(B) Cahaya
matahari terbenam terpancar dari puncak gunung lalu kabut mulai menuruni
lembah, disusul kepekatan di antara pepohonan willow dan sikamor.
|
(D)
Cahaya matahari terbenam terpancar dari puncak gunung lalu kabut mulai
menuruni lembah, disusul remang-remang di antara pepohonan willow dan sikamor.
|
7. A big carp rose to the surface of the pool, gulped
air and then sank mysteriously into the dark water again, leaving widening
rings on the water.
|
(A)
Seekor ikan gurami muncul di permukaan, menghirup udara dan menyelam lagi
secara misterius ke dalam kegelapan air, dengan meninggalkan cincin riak air
yang melebar.
|
(C)
Seekor ikan gurami muncul di permukaan, menghirup udara dan menyelam lagi
secara misterius ke dalam kegelapan air, dengan meninggalkan lingkaran riak
air yang melebar.
|
|
(B)
Seekor ikan gurami muncul di pinggiran, menghirup udara dan menyelam lagi
secara misterius ke dalam kegelapan air, dengan meninggalkan cincin riak air
yang melebar.
|
(D)
Seekor ikan gurami muncul di pinggiran, menghirup udara dan menyelam lagi
secara misterius ke dalam kegelapan air, dengan meninggalkan lingkaran riak
air yang melebar.
|
8. Overhead the leaves whisked again and little puffs
of willow cotton blew down and landed on the pool’s surface.
|
(A)
Di atasnya dedaunan bergerak-gerak lagi dan gumpalan kapuk willow tertiup angin dan melayang
turun kemudian mendarat di atas permukaan kolam.
|
(C) Di
atasnya dedaunan bergerak-gerak lagi dan gumpalan bunga willow tertiup angin dan melayang turun kemudian mendarat di atas
pinggiran kolam.
|
|
(B) Di
atasnya dedaunan bergerak-gerak lagi dan gumpalan bunga willow tertiup angin dan melayang turun kemudian mendarat di atas
permukaan kolam.
|
(D) Di
atasnya dedaunan bergerak-gerak lagi dan gumpalan kapuk willow tertiup angin dan melayang turun kemudian mendarat di atas
pinggiran kolam.
|
9. It was quite dark now, but the fire lighted the
trunks of the trees and the curving branches overhead.
|
(A)
Sekarang sudah sangat gelap, tetapi letusan itu menyinari dahan-dahan
pepohonan, juga ranting-ranting yang lurus di atasnya.
|
(C)
Sekarang sudah sangat gelap, tetapi letusan itu menyinari dahan-dahan
pepohonan, juga ranting-ranting yang bengkok di atasnya.
|
|
(B)
Sekarang sudah sangat gelap, tetapi api itu menyinari dahan-dahan pepohonan,
juga ranting-ranting yang bengkok di atasnya.
|
(D)
Sekarang sudah sangat gelap, tetapi api itu menyinari dahan-dahan pepohonan,
juga ranting-ranting yang lurus di atasnya.
|
10. Lennie crawled slowly and cautiously around the
fire until he was close to George.
|
(A)
Lennie perlahan-lahan merangkak mengelilingi api sehingga akhirnya ia berada
di dekat George.
|
(C)
Lennie perlahan-lahan berjalan mengelilingi api sehingga akhirnya ia berada
di depan George.
|
|
(B)
Lennie perlahan-lahan berjalan mengelilingi api sehingga akhirnya ia berada
di dekat George.
|
(D)
Lennie perlahan-lahan merangkak mengelilingi api sehingga akhirnya ia berada
di depan George.
|
C. You are supposed to have George Orwell’s Why I Write. Read the following
sentences, and then choose one of the
most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a
cross.
|
11. From a very early age, perhaps
the age of five or six, I knew that when I grew up I should be a writer.
|
|
|
(A) Dari kecil, barangkali sejak berumur
lima atau enam tahun, saya sudah tahu bahwa apabila sudah tua saya akan
menjadi seorang penulis.
|
(C) Dari kecil, barangkali sejak berumur
lima atau enam tahun, saya sudah tahu bahwa apabila sudah dewasa saya akan
menjadi seorang wartawan.
|
|
(B) Dari kecil, barangkali sejak berumur
lima atau enam tahun, saya sudah tahu bahwa apabila sudah tua saya akan
menjadi seorang wartawan.
|
(D) Dari kecil, barangkali
sejak berumur lima atau enam tahun, saya sudah tahu bahwa apabila sudah
dewasa saya akan menjadi seorang penulis.
|
|
12. Between the ages
of about seventeen and twenty-four I tried to abandon this idea, but I did so
with the consciousness that I was outraging my true nature and that sooner or
later I should have to settle down and write books.
|
|
|
(A) Antara umur sekitar 17 hingga 24
tahun saya coba membuang pikiran ini jauh-jauh, tetapi saya sadar dengan
berbuat begitu saya sebenarnya telah mengingkari bakat alami saya. Dan ,
cepat atau lambat, nantinya saya harus juga menetap di kota besar dan menulis
buku.
|
(C) Antara umur sekitar 17
hingga 24 tahun saya coba membuang pikiran ini jauh-jauh, tetapi saya sadar
dengan berbuat begitu saya sebenarnya telah mengingkari bakat alami saya. Dan
, cepat atau lambat, nantinya saya harus juga menetap di satu tempat dan
menulis buku.
|
|
(B) Antara umur sekitar 17 hingga 24
tahun saya coba membuang pikiran ini jauh-jauh, tetapi saya sadar dengan
berbuat begitu saya sebenarnya telah mengingkari nasib baik saya. Dan , cepat
atau lambat, nantinya saya harus juga menetap di satu tempat dan menulis
buku.
|
(D) Antara umur sekitar 17 hingga 24
tahun saya coba membuang pikiran ini jauh-jauh, tetapi saya sadar dengan
berbuat begitu saya sebenarnya telah mengingkari nasib baik saya. Dan , cepat
atau lambat, nantinya saya harus juga menetap di kota besar dan menulis buku.
|
|
13. I was the middle
child of three, but there was a gap of five years on either side, and I
barely saw my father before I was eight.
|
|
|
(A) Saya anak nomor tengah dari tiga
bersaudara, tetapi ada selisih umur lima tahun antara saya dan kakak saya,
dan antara saya dengan adik saya. Saya boleh dikatakan tidak pernah melihat
wajah ayah saya sebelum saya berumur delapan tahun.
|
(C) Saya anak nomor tengah dari tiga
bersaudara, tetapi ada selisih umur lima tahun antara saya dan kakak saya,
dan antara saya dengan adik saya. Saya sama sekali tidak pernah melihat wajah
ayah saya sebelum saya berumur delapan bulan.
|
|
(B) Saya anak nomor tengah dari tiga
bersaudara, tetapi ada selisih umur lima tahun antara saya dan kakak saya,
dan antara saya dengan adik saya. Saya boleh dikatakan tidak pernah melihat
wajah ayah saya sebelum saya berumur delapan bulan.
|
(D) Saya anak nomor tengah dari tiga
bersaudara, tetapi ada selisih umur lima tahun antara saya dan kakak saya,
dan antara saya dengan adik saya. Saya sama sekali tidak pernah melihat wajah
ayah saya sebelum saya berumur delapan tahun.
|
|
14. For this and
other reasons I was somewhat lonely, and I soon developed disagreeable mannerisms
which made me unpopular throughout my schooldays.
|
|
|
(A) Karena ini dan sebab-sebab lain,
saya merasa agak sepi, dan diwaktu kecil itu sudah memiliki perangai yang
menyenangkan yang membuat saya tidak disukai semasa sekolah.
|
(C) Karena ini dan sebab-sebab lain,
saya merasa agak sepi, dan diwaktu kecil itu sudah memiliki perangai yang
menyenangkan yang membuat saya disukai semasa sekolah.
|
|
(B) Karena ini dan sebab-sebab lain,
saya merasa agak sepi, dan diwaktu kecil itu sudah memiliki perangai yang tidak
menyenangkan yang membuat saya tidak disukai semasa sekolah.
|
(D) Karena ini dan sebab-sebab lain,
saya merasa agak sepi, dan diwaktu kecil itu sudah memiliki perangai yang
tidak menyenangkan yang membuat saya disukai semasa sekolah.
|
|
15. I had the lonely
child's habit of making up stories and holding conversations with imaginary
persons, and I think from the very start my literary ambitions were mixed up
with the feeling of being isolated and undervalued.
|
|
|
(A) Saya memiliki kebiassaan yang lazim
dijumpai pada anak-anak yang kesepian: suka mengada-ada dan berkhayal
bercakap-cakap dengan seseorang, dan saya kira sejak dari semula ambisi saya
menjadi penulis bercampur-aduk dengan perasaan terkucil dan tidak dihargai.
|
(C) Saya memiliki kebiassaan yang lazim
dijumpai pada anak-anak yang kesepian: suka mengada-ada dan berkhayal
berkelahi dengan seseorang, dan saya kira sejak dari semula ambisi saya
menjadi penulis bercampur-aduk dengan perasaan terkucil dan tidak dihargai.
|
|
(B) Saya memiliki kebiassaan yang lazim
dijumpai pada anak-anak yang kesepian: suka mengada-ada dan berkhayal
bercakap-cakap dengan seseorang, dan saya kira sejak dari semula ambisi saya
menjadi penulis bercampur-aduk dengan perasaan tertekan dan tidak dihargai.
|
(D) Saya memiliki kebiassaan yang lazim
dijumpai pada anak-anak yang kesepian: suka mengada-ada dan berkhayal
berkelahi dengan seseorang, dan saya kira sejak dari semula ambisi saya
menjadi penulis bercampur-aduk dengan perasaan tertekan dan tidak dihargai.
|
D. Dealing with transposition,
which one is more acceptable translation? Explain or give the reason of your
choice!
(SL) Some species are very large
indeed and the blue whale, which can exeed 30 m in length, is the largest
animal to have live on earth. Superficially, the whale looks rather like a
fish, but there are important differences in its external structure: its tail
consists of a pair of broad, flat, horizontal paddles (the tail of a fish is
vertical) and it has a single nostril on the top of its large, broad head.
(TL-1) Beberapa spesies sangatlah
besar dan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah
binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip
ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur
luarnya: ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar (ekor
ikan tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas kepalanya yang besar
dan lebar.
(TL-2) Beberapa spesies sangatlah
besar. Ikan paus biru, yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah
binatang terbesar yang pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip
ikan biasa, namun bila dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur
luarnya. Ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan mendatar
(sementara ekor ikan biasa tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung di atas
kepalanya yang besar dan lebar.
--- good luck! ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar