PURWOREJO
MUHAMMADIYAH UNIVERSITY
ENGLISH EDUCATION
DEPARTMENT
=================================================================
ENGLISH-INDONESIAN
TRANSLATION
MID-TERM TEST
-----------------------------------------------------------------
This is an open-booked
test
A. You are supposed to have read the first chapter of
John Steinbeck’s Of Mice and Man.
Read the following sentences, and then choose one of the most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C),
or (D), by putting a cross.
1. In the middle of the room stood a big square table
littered with playing cards, and around it were grouped boxes for the players to sit on.
|
(A) Di tengah-tengah ruangan ada
meja berbentuk persegi yang besar dan kotor karena permainan kartu, dan di pinggirnya ada
kotak-kotak tempat duduk
para pemainnya.
|
(C)
Di tengah-tengah ruangan ada meja berbentuk persegi yang besar dan kotor
karena permainan kartu, dan di sekelilingnya ada kotak-kotak tempat duduk para pemainnya.
|
|
(B) Di tengah-tengah ruangan ada
meja berbentuk persegi yang besar dan kotor karena permainan kartu, dan di pinggirnya ada
kotak-kotak tempat berdiri
para pemainnya.
|
(D) Di tengah-tengah ruangan ada
meja berbentuk persegi yang besar dan kotor karena permainan kartu, dan di sekelilingnya ada
kotak-kotak tempat berdiri
para pemainnya.
|
2. The old swamper shifted his broom and held it
between his elbow and
his side while he held out his hand for the can.
|
(A)
Pekerja tua itu mengangkat sapunya dan mengempitnya di antara siku dan pinggangnya
sementara ia memegangi kaleng
itu dengan tangannya.
|
(C) Pekerja tua itu mengangkat
sapunya dan mengempitnya di antara lengan dan pinggangnya sementara ia memegangi ember itu dengan tangannya.
|
|
(B) Pekerja tua itu mengangkat sapunya
dan mengempitnya di antara lengan
dan pinggangnya sementara ia memegangi kaleng itu dengan tangannya.
|
(D) Pekerja tua itu mengangkat
sapunya dan mengempitnya di antara siku dan pinggangnya sementara ia memegangi ember itu dengan tangannya.
|
3. He unrolled his bindle and put things on the shelf,
his razor and bar of soap, his
comb and bottle of pills, his liniment and leather wristband.
|
(A) Ia membuka buntalannya dan
mengatur barang-barangnya di rak, pisau cukur, sisir, botol pil, obat gosok, dan gelang kulit.
|
(C) Ia membuka buntalannya dan
mengatur barang-barangnya di rak, pisau cukur, sabun, botol pil, obat gosok, dan gelang kulit.
|
|
(B)
Ia membuka buntalannya dan mengatur barang-barangnya di rak, pisau cukur, sabun, sisir,
botol pil, obat gosok, dan gelang kulit.
|
(D) Ia membuka buntalannya dan
mengatur barang-barangnya di rak, pisau cukur, sabun, sisir, botol pil, dan gelang kulit.
|
4. He wore blue jean trousers, a flannel shirt, a
black,unbuttoned vest and a black coat.
|
(A) Ia mengenakan celana panjang
jean biru, kemeja kain flanel, rompi hitam yang dikancingkan dan jaket hitam.
|
(C) Ia mengenakan celana pendek
jean biru, kemeja kain flanel, rompi hitam yang dikancingkan dan jaket hitam.
|
|
(B) Ia mengenakan celana pendek
jean biru, kemeja kain flanel, rompi hitam tak dikancingkan dan jaket hitam.
|
(D)
Ia mengenakan celana panjang jean biru, kemeja kain flanel, rompi hitam tak
dikancingkan dan jaket hitam.
|
5. George scowled at him, and Lennie dropped his head
in shame at having forgotten.
|
(A) George tersenyum padanya, dan
Lennie segera menundukkan kepalanya, dengan malu karena lupa.
|
(C) George tersenyum padanya, dan
Lennie segera menundukkan kepalanya, dengan bangga karena lupa.
|
|
(B)
George mendelik padanya, dan Lennie segera menundukkan kepalanya, dengan malu
karena lupa.
|
(D) George mendelik padanya, dan
Lennie segera menundukkan kepalanya, dengan bangga karena lupa.
|
B. You are supposed to have read George Orwell’s Why I Write. Read the following
sentences, and then choose one of the
most acceptable Indonesian equivalence, (A), (B), (C), or (D), by putting a
cross.
|
6. From time to time, when I was a bit older, I wrote bad and usually
unfinished ‘nature poems’ in the Georgian style.
|
|
|
(A)
Sekali-sekali, ketika saya sudah agak besar lagi, saya coba menulis “syair
alam” – dan selalu tidak pernah selesai –dalam gaya Georgia.
|
(C)
Sekali-sekali, ketika saya sudah dewasa, saya coba menulis “syair alam” – dan
selalu tidak pernah selesai –dalam gaya Georgia.
|
|
(B) Sekali-sekali, ketika saya sudah
agak besar lagi, saya coba menulis “syair alam” – dan biasanya tidak pernah
selesai –dalam gaya Georgia.
|
(D)
Sekali-sekali, ketika saya sudah dewasa, saya coba menulis “syair alam” – dan
biasanya tidak pernah selesai –dalam gaya Georgia.
|
|
7. I also attempted a short story which was a ghastly failure.
|
|
|
(A)
Juga saya coba menulis novel – cukup berhasil.
|
(C)
Juga saya coba menulis novel – gagal total.
|
|
(B)
Juga saya coba menulis cerita pendek – cukup berhasil.
|
(D) Juga saya coba menulis cerita pendek
– gagal total.
|
|
8. That was the total of the would-be serious work that I actually
set down on paper during all those years.
|
|
|
(A) Itulah semuanya bakal tulisan yang
saya tulis dengan sungguh-sungguh di atas kertas selama tahun-tahun itu.
|
(C)
Itulah semuanya bakal tulisan yang saya tulis dengan sungguh-sungguh di atas
surat kabar selama bulan-bulan itu.
|
|
(B)
Itulah semuanya bakal tulisan yang saya tulis dengan sungguh-sungguh di atas
kertas selama bulan-bulan itu.
|
(D)
Itulah semuanya bakal tulisan yang saya tulis dengan sungguh-sungguh di atas
surat kabar selama tahun-tahun itu.
|
|
9. However, throughout this time I did in a sense engage in literary
activities.
|
|
|
(A)
Tetapi, saya sedikit banyaknya selama waktu ini dapat dikatakan
sungguh-sungguh terlibat dalam kegiatan sosial.
|
(C) Tetapi, saya sedikit banyaknya
selama waktu ini dapat dikatakan sungguh-sungguh terlibat dalam kegiatan
sastra.
|
|
(B)
Tetapi, saya sedikit banyaknya selama waktu ini dapat dikatakan
sungguh-sungguh terpinggirkan dalam kegiatan sosial.
|
(D)
Tetapi, saya sedikit banyaknya selama waktu ini dapat dikatakan
sungguh-sungguh terpinggirkan dalam kegiatan sastra.
|
|
10. To begin with there was the made-to-order stuff which I produced
quickly, easily and without much pleasure to myself.
|
|
|
(A)
Pertama-tama, ada tulisan-tulisan hebat yang dapat saya hasilkan dalam waktu
singkat, dengan mudah tetapi tanpa nikmat untuk saya sendiri.
|
(C)
Pertama-tama, ada tulisan-tulisan hebat yang dapat saya hasilkan dalam waktu
singkat, dengan mudah tetapi tanpa honor untuk saya sendiri.
|
|
(B) Pertama-tama, ada tulisan-tulisan
kodian yang dapat saya hasilkan dalam waktu singkat, dengan mudah tetapi
tanpa nikmat untuk saya sendiri.
|
(D)
Pertama-tama, ada tulisan-tulisan kodian yang dapat saya hasilkan dalam waktu
singkat, dengan mudah tetapi tanpa honor untuk saya sendiri.
|
C. Read the passage carefully, and
then choose one the most acceptable translation, (A), (B), (C), or (D) by putting
a cross.
|
.......................................................................................................................................................
The phrase ‘language in a
social-semiotic perspective’ characterises the sort of approach that we have
been following in our recent work, and which, I think, has been a feature of
my own thinking ever since I became interested in the study of language. The
term ‘social-semiotic’ can be thought of as indicating a general ideology or
intelectual stance, a conceptual angle on the subject. But at the same time
there is a more specific implication to be read into both of these terms,
semiotic and social.
.......................................................................................................................................................
|
|
|
Language, Context, and Text:
Aspect of Language in a Social-Semiotic Perspectives, MAK Halliday and
Ruqaiya Hasan >> Gadjah Mada University Press
|
|
|
11. The phrase ‘language in a
social-semiotic perspective’ characterises the sort of approach that we have
been following in our recent work, and which, I think, has been a feature of
my own thinking ever since I became interested in the study of language.
|
|
|
(A) Frasa ‘bahasa dalam pandangan
semiotik sosial’ menandai jenis pendekatan yang kami ikuti dalam penelitian
kami belakangan ini, dan yang, saya kira, belum merupakan ciri umum pikiran saya sendiri sejak saya
tertarik pada kajian bahasa.
|
(C)
Frasa ‘bahasa dalam pandangan semiotik sosial’ menandai jenis pendekatan yang
kami ikuti dalam penelitian kami belakangan ini, dan yang, saya kira, sudah
merupakan ciri khas pikiran saya sendiri sejak saya tertarik pada kajian
bahasa.
|
|
(B) Frasa ‘bahasa dalam pandangan
semiotik sosial’ menandai jenis pendekatan yang kami ikuti dalam penelitian
kami belakangan ini, dan yang, saya kira, belum merupakan ciri khas pikiran saya
sendiri sejak saya tertarik pada kajian bahasa.
|
(D) Frasa ‘bahasa dalam pandangan
semiotik sosial’ menandai jenis pendekatan yang kami ikuti dalam penelitian
kami belakangan ini, dan yang, saya kira, sudah merupakan ciri umum pikiran saya sendiri sejak saya
tertarik pada kajian bahasa.
|
|
12. The term ‘social-semiotic’
can be thought of as indicating a general ideology or intelectual stance, a
conceptual angle on the subject.
|
|
|
(A) Istilah ‘semiotik sosial’
dapat dipandang sebagai suatu istilah yang memperkeruh suatu ideologi umum atau sikap
cendekia, suatu sudut pandangan yang konseptual tentang pokok
masalahnya.
|
(C) Istilah ‘semiotik sosial’
dapat dipandang sebagai suatu istilah yang memperjelas suatu ideologi umum
atau sikap awam,
suatu sudut pandangan yang konseptual tentang pokok masalahnya.
|
|
(B) Istilah ‘semiotik sosial’
dapat dipandang sebagai suatu istilah yang memperkeruh suatu ideologi umum atau sikap awam, suatu sudut pandangan yang
konseptual tentang pokok masalahnya.
|
(D)
Istilah ‘semiotik sosial’ dapat dipandang sebagai suatu istilah yang
memperjelas suatu ideologi umum atau sikap cendekia, suatu sudut pandangan
yang konseptual tentang pokok masalahnya.
|
|
13. But at the same time there is
a more specific implication to be read into both of these terms, semiotic and
social.
|
|
|
(A)
Tetapi, dalam pada itu ada implikasinya yang lebih khusus yang harus
ditafsirkan mengenai kedua istilah itu, yaitu semiotik dan sosial.
|
(C) Tetapi, dalam pada itu ada
implikasinya yang lebih umum
yang harus ditafsirkan mengenai kedua sudut
pandang itu, yaitu
semiotik dan sosial.
|
|
(B) Tetapi, dalam pada itu ada
implikasinya yang lebih umum
yang harus ditafsirkan mengenai kedua istilah itu, yaitu semiotik dan sosial.
|
(D) Tetapi, dalam pada itu ada
implikasinya yang lebih khusus yang harus ditafsirkan mengenai kedua sudut
pandang itu, yaitu
semiotik dan sosial.
|
|
......................................................................................................................................................
The concept of semiotics derives
initially from the concept of the sign; and the modern word harks back to the
terms semainon, semainomenon (‘signifier, signified’) used in ancient Greek
linguistics by the Stoic philosophers. The Stoics were the first to evolve a
theory of the sign, in the 3rd – 2nd century BC; and the conception they had
of the linguistic sign was already well advanced along the lines in which it
was developed two thousand years later in the work of Ferdinand de Saussure.
......................................................................................................................................................
|
|
|
Language, Context, and Text:
Aspect of Language in a Social-Semiotic Perspectives, MAK Halliday and
Ruqaiya Hasan >> Gadjah Mada University Press
|
|
|
14. The concept of semiotics
derives initially from the concept of the sign;
|
|
|
(A) Konsep ‘semiotik’ diperkirakan berasal dari konsep tanda,
|
(C) Konsep ‘semiotik’ diperkirakan berasal dari konsep bentuk,
|
|
(B)
Konsep ‘semiotik’ mulanya berasal dari konsep tanda,
|
(D) Konsep ‘semiotik’ mulanya berasal
dari konsep bentuk,
|
|
15. and the modern word harks
back to the terms semainon, semainomenon (‘signifier, signified’) used in
ancient Greek linguistics by the Stoic philosophers.
|
|
|
(A)
dan kata modern ini ada hubungannya dengan istilah semainon (penanda) dan
semainomenon (petanda) yang digunakan dalam ilmu bahasa Yunani kuno oleh para
pakar filsafat Stoik.
|
(C) dan kata modern ini tidak
ada hubungannya
dengan istilah semainon (penanda) dan semainomenon (petanda) yang digunakan
dalam ilmu bahasa Yunani kuno oleh para pakar filsafat Stoik.
|
|
(B) dan kata modern ini ada
hubungannya dengan istilah semainon (penanda) dan semainomenon (petanda) yang
digunakan dalam ilmu bahasa Yunani modern oleh para pakar filsafat Stoik.
|
(D) dan kata modern ini tidak
ada hubungannya
dengan istilah semainon (penanda) dan semainomenon (petanda) yang digunakan
dalam ilmu bahasa Yunani modern
oleh para pakar filsafat Stoik.
|
D. Dealing with transposition,
which one is more acceptable translation? Explain or give the reason of your
choice!
(SL) Some species are very large
indeed and the blue whale, which can exeed 30 m in length, is the largest
animal to have live on earth. Superficially, the whale looks rather like a
fish, but there are important differences in its external structure: its tail
consists of a pair of broad, flat, horizontal paddles (the tail of a fish is
vertical) and it has a single nostril on the top of its large, broad head.
(TL-1) Beberapa spesies sangatlah
besar dan paus biru,
yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah binatang terbesar yang
pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip ikan biasa, namun bila
dicermati terdapat perbedaan pokok pada struktur luarnya: ekornya terdiri dari sepasang “sirip”
lebar, pipih, dan mendatar (ekor ikan tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung
di atas kepalanya yang besar dan lebar.
(TL-2) Beberapa spesies sangatlah
besar. Ikan paus biru,
yang bisa mencapai panjang lebih dari 30 meter, adalah binatang terbesar yang
pernah hidup di bumi. Sepintas ikan paus tampak mirip ikan biasa, namun bila dicermati
terdapat perbedaan pokok pada struktur luarnya. Ekornya terdiri dari sepasang “sirip” lebar, pipih, dan
mendatar (sementara ekor ikan biasa tegak) dan ia mempunyai satu lubang hidung
di atas kepalanya yang besar dan lebar.
--- good luck ! ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar